Bocah Raksasa Sukabumi Dirawat di Bandung

Supardi, bocah raksasa asal Sukabumi, kini dirawat di R.S Hasan Sadikin Bandung

Supardi, bocah raksasa asal Sukabumi, kini dirawat di R.S Hasan Sadikin Bandung


BANDUNG (A26 News) – Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung merawat bocah penderita obesitas bernama Supardi yang berusia 14 dan berberat 100 kg, warga Kampung Cibalengbeng, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
“Penyebab obesitasnya belum diketahui secara pasti karena sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan,” kata koordinator pelayanan kesehatan anak yang juga dokter yang merawat Supardi, dr J RM Ryadi Fadil, Selasa.

Ia menjelaskan, awalnya dokter menduga Supardi menderita tumor di bagian otak, tapi setelah CT Scan ternyata tumor itu tidak ada.
Selain CT Scan, Supardi juga mendapat pemeriksaan jantung hingga Magnetic Resonance Imagine (MRI).
Supardi sudah sejak dua minggu lalu di rawat RSHS Bandung. Dia tidak bisa berjalan karena kakinya tidak kuat menopang berat tubuhnya dan hanya bisa merangkak untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Endang (58), ayah kandung Supardi mengatakan, dia dan istrinya Upit (55), tidak menyangka Ujang (panggilan akrab Supardi) memikili badan sebesar itu padahal pola makan anak itu biasa saja karena keluarganya biasa-biasa saja.
Ketika lahir, Supardi normal seperti bayi pada umumnya, namun di usia 2,5 tahun, berat badannya terus bertambah rata-rata 1 kilogram per 20 hari.
“Berat Ujang terus bertambah bahkan pakaiannya tidak bisa dipakai lagi. Pada usia 10 tahun, badannya bertambah besar,” kata Endang.
Akibat memiliki badan yang sangat berat, sejak usia balita Ujang tidak dapat berjalan seperti anak lain dan hanya bisa merangkak.
Menurut dia, anaknya dalam kondisi sehat dan tubuhnya yang gemuk itu bukan karena penyakit atau pun kelainan.
“Tubuh anak saya ini memang besar dan gemuk saja,” tambah Rndang yang sehari- hari bekerja sebagai buruh berpenghasilan Rp20 ribu sehari itu.
Kepala Puskesmas Sagaranten dr Titin M Andadari yang telah memeriksa Ujang mengatakan bahwa meski Ujang menderita obesitas, namun kondisi tubuhnya sehat-sehat saja.
Ujang tidak bisa berjalan lantaran tulang pada kakinya tidak bisa menahan tubuhnya yang sangat besar itu.
“Ujang bisa disembuhkan dengan melakukan berbagai rangkaian terapi seperti latihan fisik yang bisa mengurangi berat badannya dan mengurangi porsi makannya,” katanya.
Ia menambahkan, obesitas tidak hanya disebabkan faktor genetika, tapi juga bisa oleh metabolisme penderita dan kurangnya aktivitas. (Antara)

About A26
Copyright © 2010 Aktual26. All rights reserved. The materials (partial or whole) in this site can only be reproduced and rewritten with the writer’s (A26) consent. You may do otherwise provided you have added a trackback to the particular entry in this blog and wrote this site’s name as the source. A26 does not and never claim ownership of every image displayed in this site, except the ones I’ve photographed myself. All quoted, not written by me, news items and/or articles are properties of their respective owners. Learn more in bahasa Indonesia.

2 Responses to Bocah Raksasa Sukabumi Dirawat di Bandung

  1. I was just looking for this info for some time. After 6 hours of continuous Googleing, at last I got it in your web site. I wonder what is the lack of Google strategy that don’t rank this kind of informative sites in top of the list. Normally the top sites are full of garbage.

  2. Pingback: Sebarkan Video Mesum ABG, Pria Sukabumi Diburu Polisi « Aktual26

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: