Dalai Lama Mengaku Seorang Marxis

Dalai Lama mengaku Marxis

Dalai Lama mengaku Marxis

NEW YORK (A26 News) – Pemimpin spiritual terasing Tibet Dalai Lama mengatakan dirinya adalah seorang Marxis, namun ia memberikan pujian pada kapitalisme yang telah menghadirkan kebebasan baru kepada negara komunis yang telah mengasingkan dirinya, China.

“Tetap saja, saya seorang Marxis,” kata pemimpin spiritual Buddha Tibet terasing tersebut di New York. Ia tiba di New York bersama dengan sekelompok biksu Buddha dengan pengawalan ketat, Dalai Lama dijadwalkan memberikan ceramah publik.

“Marxisme memiliki etika moral, sedangkan kapitalisme hanya tahu cara mencari untung,” kata Dalai Lama, 74.

Akan tetapi, ia mengakui kemampuan China dalam mencengkeram pasar ekonomi yang mampu melepaskan genggaman komunisme dari negara berpenduduk terpadat di dunia tersebut dan memaksa Partai Komunis yang berkuasa di China untuk “mewakili seluruh kelas sosial yang ada.”
“Kapitalisme menghadirkan banyak hal positif bagi China. Standar kehidupan jutaan orang meningkat,” katanya.
Secara umum, Dalai Lama bersikap optimis, ia meyakini bahwa dunia telah menjadi tempat yang lebih baik, lebih bersatu.

“(Munculnya) kelompok-kelompok antipeperangan, bantuan internasional dalam jumlah besar setelah gempa Haiti bulan ini dan terpilihnya Barack Obama sebagai presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat yang dulu amat rasis adala tanda-tanda jelas semakin dewasanya umat manusia,” kata Dalai Lama.

Dalai Lama mengatakan, dirinya merasakan “persatuan umat manusia.” Dengan berkelakar, ia menambahkan, “Jika pemikiran itu salah, tolong beritahu saya.”

Meskipun China, yang memaksa dirinya mengasingkan diri demi keselamatan pada tahun 1959, sudah mengendurkan tekanan, Ia tetap mengkritik kepemimpinan komunis yang menurutnya masih ingin berkuasa dengan menghadirkan rasa takut.

“Saat masyarakat China menjadi semakin kaya, mereka menginginkan lebih banyak kebebasan, mereka ingin peradilan yang independen, mereka ingin kebebasan pers,” katanya.

Pemerintah China, kata Dalai Lama, mencoba meraih harmoni, “Tapi, harmoni harus berasal dari hati, bukan dari rasa takut. Sejauh ini, sebagian besar metode yang dipergunakan untuk menghadirkan harmoni masih berasal dari penggunaan kekerasan.”

Ketika ditanya mengapa tiket ceramahnya dijual dengan harga yang mencapai $100, Dalai Lama mengatakan uang penjualan tiket tersebut sama sekali tidak masuk koceknya. “Anda sebaiknya bertanya pada panitia penyelengara. Saya tidak punya koneksi.”

Dalai Lama mengatakan, ia “selalu meminta panitia penyelenggara agar harga tiket dibuat murah. Bagi saya pribadi, saya tidak pernah menerima satu lembar dolar pun (dengan cara) seperti itu.”

Sebagian uang tersebut diberikan kepada lembaga-lembaga amal, seperti bantuan makanan untuk orang kelaparan, kata Dalai Lama.

“Sayangnya,” kata Dalai Lama, yang kemudian tertawa, terkadang “organisasi-organisasi (tersebut) sedikit lebih kaya.” (SuaraMedia)

About A26
Copyright © 2010 Aktual26. All rights reserved. The materials (partial or whole) in this site can only be reproduced and rewritten with the writer’s (A26) consent. You may do otherwise provided you have added a trackback to the particular entry in this blog and wrote this site’s name as the source. A26 does not and never claim ownership of every image displayed in this site, except the ones I’ve photographed myself. All quoted, not written by me, news items and/or articles are properties of their respective owners. Learn more in bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: