Jadi Mata-Mata, Balerina Inggris Rancang Kudeta

Dame Margot Fonteyn ternyata pernah berusaha menggulingkan pemerintah Panama

Dame Margot Fonteyn ternyata pernah berusaha menggulingkan pemerintah Panama

LONDON (A26 News) – Dokumen rahasia yang baru diungkap pada hari Jumat menyebutkan bahwa balerina Inggris Margot Fonteyn terlibat jauh dalam merencanakan kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Panama. Dokumen itu membeberkan rincian aktivitas politik rahasianya membuat jengkel dan senang dua sisi Atlantik yang berbeda.

Telegram rahasia dan balasannya yang dirilis oleh badan arsip Inggris mampu menguak upaya kudeta pada akhir dekade 1950-an tersebut, saat sang penari dan suaminya yang diplomat, Roberto Arias, mencari bantuan Fidel Castro untuk melakukan revolusi yang gagal karena kesalahan pada menit terakhir.

Saat ditangkap dan ditahan sesaat di sebuah penjara Panama pada 20 April 1959, Fonteyn kala itu berusia 39 dan merupakan seorang balerina dengan reputasi yang diakui internasional. Beberapa hari sebelumnya, dia dan Arias merencanakan pelayaran yang tampak seperti liburan memancing biasa, namun bertujuan untuk mengumpulkan orang dan senjata untuk melakukan kudeta.

Berkas-berkas tersebut menunjukkan bahwa para pejabat Inggris di London, demikian halnya dengan para pejabat di Panama dan New York, mereka berebut meredam kejadian itu agar tidak menyebar karena khawatir bahwa plot tersebut akan mengancam hubungan Inggris dengan negara Amerika Tengah tersebut. Tapi, mereka juga mendokumentasikan bagaimana para pejabat merasa bahwa peristiwa itu adalah semacam “komedi terburu-buru.”

“Saya sampai harus mencubit diri sendiri beberapa kali dalam kunjungan tersebut untuk memastikan bahwa saya tidak memimpikan cerita opera lucu yang dia buka,” tulis Menteri Luar Negeri John Profumo dalam salah satu dokumen saat menyebutkan mengenai pertemuan rahasia dengan Fonteyn sesaat setelah ia dibebaskan.

Profumo menulis bahwa Fonteyn telah mengaku kepadanya bahwa ia dan suaminya mengunjungi Castro di Kuba dan dijanjikan sejumlah senjata dan orang dari sang pemimpin Kuba. “Ia membenarkan.. bahwa Castro ada di balik kudeta ini. Biasanya dia sekarang harus mengatakan tidak tahu apa-apa,” tulis Profumo.

Dia sendiri kemudian memicu kontroversi. Sebagai seorang menteri kabinet pada 1963, dia menjalin hubungan dengan seorang pelacur yang di kemudian hari diketahui memiliki keterkaitan dengan seorang mata-mata Uni Soviet.

Duta besar Inggris untuk Panama Ian Henderson tidak terkesan dengan kelakuan Fonteyn dan menuliskan harapannya agar sang penari “pergi jauh-jauh dari Panama untuk waktu yang lama” meski awalnya ia khawatir.

“Konfirmasi dari polisi telah sampai kepada saya, bahwa Dame (gelar kebangsawanan Inggris untuk wanita) Margot Fonteyn… telah ditahan untuk diinterogasi kemarin malam di penjara kota Panama,” demikian pesan kabel Henderson kepada Kementerian Luar Negeri Inggris.

Yang menjadi kekhawatirannya adalah keselamatan seorang “figur publik.” Henderson membangunkan menteri luar negeri Panama dan bergegas menuju penjara. Awalnya, ia ditolak masuk.

Kemarahan protokol diplomatik perlahan memudar dan digantikan dengan kecurigaan. Fonteyn, kala itu 39 tahun dan berada dalam puncak karir, menikah dengan orang Panama, Dr. Roberto Arias, yang merupakan putra mantan presiden dan pernah menjadi duta besar di London.

Laporan mulai bermunculan bahwa Arias mendaratkan sekelompok pemberontak bersenjata, beberapa dari Kuba, dari kapalnya. Sejumlah nelayan melihat mereka membawa senjata.

“Saya rasa tindakannya sama sekali tidak mencerminkan orang Inggris. Tindakannya amat tercela dan tidak bertanggung jawab,” tulis Henderson dalam sebuah telegram.

Pejabat tersebut yakin bahwa meski Fonteyn terlibat jauh dalam sebuah plot, dia tetap seorang revolusioner amatir yang memandang segala sesuatunya “dengan cara yang riang.”

“Awalnya, saya melihat dia baik-baik saja secara fisik, meski agak bingung, ia juga tidak mengeluhkan perihal akomodasi,” tulis Henderson. “Perbincangan saya dengan Dame Margot meyakinkan saya, jika saya perlu diyakinkan, bahwa keluarga Arias merancang konspirasi melawan pemerintah dan dia (Margot) sendiri setidaknya turut dalam merancang aksi pemberontakan ketika tiba di sana.

“Dia tahu suaminya punya senjata, dia tahu (Arias) ditemani para pemberontak, dan pada satu titik, dia menggunakan kapalnya sebagai umpan untuk mengecoh kapal pemerintah dan pesawat agar menjauh dari lokasi tujuan suaminya. Saya rasa tindakannya tidak mencerminkan perilaku orang Inggris, apalagi untuk ukuran orang yang mendapat kehormatan (gelar) dari Yang Mulia Ratu,” katanya.

Profymo menulis bahwa saat kudeta terbongkar, Fonteyn secara tidak sengaja membuang sebagian dokumen yang memberatkan ke laut. Aparat kemudian mendapatkan berkaas-berkas tersebut, termasuk di dalamnya buku alamat Arias, yang juga berisi alamat-alamat aktor John Wayne dan Errol Flynn. Para artis tersebut agaknya memiliki perjanjian rahasia dengan Arias.

Mark Dunton, seorang sejarawan di badan arsip, mengatakan dokumen tersebut menguak sisi lain kehidupan Fonteyn yang sebelumnya tidak banyak diketahui orang.

“Keterlibatan pribadi Dame Margot tidak pernah menyentuh ranah publik sebelumnya,” kata Dunton.

“Hal itu semakin menambah menarik upaya revolusi yang sedikit ganjil ini,” tambah Dunton.

Fonteyn, yang terlahir dengan nama Peggy Hookham pada 1919, berusaha mencapai tingkat kreativitas yang lebih tinggi melalui kerja sama dengan penari Rusia Rudolf Nureyev. Sepuluh tahun berselang, Fonteyn kembali ke Panama bersama suaminya hingga tutup usia pada 1991. (SuaraMedia)

About A26
Copyright © 2010 Aktual26. All rights reserved. The materials (partial or whole) in this site can only be reproduced and rewritten with the writer’s (A26) consent. You may do otherwise provided you have added a trackback to the particular entry in this blog and wrote this site’s name as the source. A26 does not and never claim ownership of every image displayed in this site, except the ones I’ve photographed myself. All quoted, not written by me, news items and/or articles are properties of their respective owners. Learn more in bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: