Propaganda Nikotin di Balik Iklan Antirokok

Ada kepentingan di balik iklan antirokok

Ada kepentingan di balik iklan antirokok

SURABAYA (A26 News) – Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Joko Susanto mengatakan, kampanye antirokok harus diwaspadai, karena kampanye itu justru digalang oleh produsen nikotin.

Kemudian, ia menceritakan kepentingan perusahaan besar yang ingin memanfaatkan kampanye antirokok.

“Saya tidak suka rokok, tapi kampanye antirokok itu tidak semata-mata berkaitan dengan kesehatan. Ada kepentingan ekonomi global untuk mengubah pola konsumsi nikotin,” katanya dalam bedah buku “Nicotine War” karya Wanda Hamilton bersama budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan advokat Gabriel Mahal, di sebuah toko buku di Surabaya, Jumat 18 Juni 2010.

Dalam bedah buku yang dipandu sastrawan Lan Fang itu, dia mengatakan kampanye antirokok patut diwaspadai, karena produsen nikotin menargetkan adanya perubahan pola konsumsi nikotin dari rokok kepada obat nikotin.

“Jadi, dari aspek kesehatan sebenarnya tidak ada perubahan, karena itu para ahli kesehatan dan agama juga patut mewaspadai kampanye antirokok itu. Kampanye itu akan tetap menjerumuskan perokok pada konsumsi nikotin juga,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, kampanye antirokok yang tidak diwaspadai secara politis akan ‘membunuh’ petani tembakau dan justru akan memperkaya negara-negara maju yang akan terus memperbanyak produksi obat nikotin.

“Kampanye antirokok itu perlu konsensus, bukan hanya dibilang haram atau merusak kesehatan. Kampanye antirokok tanpa konsensus akan mudah ditunggangi kepentingan ekonomi global yang ‘mematikan’ petani kita sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, advokat Gabriel Mahal membantah dirinya pernah menjadi penasihat sebuah perusahaan rokok. Sebaliknya, dikatakan dirinya justru pernah menjadi konsultan bagi petani tembakau.

“Saya perokok dan saya tahu merokok itu ada risikonya. Risiko itu ada pada semua barang, bukan hanya rokok. Kkarena itu saya heran mengapa hanya rokok yang dipersoalkan. Saya yakin ada agenda global di balik kampanye antirokok itu,” katanya.

Senada dengan itu, budayawan Cak Nun menyatakan bangsa Indonesia harus jeli dengan polemik rokok, sebab bila polemik itu mengandung banyak kepentingan.

“Kita jangan gampang mengeluarkan fatwa haram, apalagi hanya dilakukan sekelompok orang seperti MUI yang bukan perokok. Ada empat hal yang tidak boleh dibisniskan yakni agama, pendidikan, kesehatan, dan budaya,” katanya. (VIVAnews)

About A26
Copyright © 2010 Aktual26. All rights reserved. The materials (partial or whole) in this site can only be reproduced and rewritten with the writer’s (A26) consent. You may do otherwise provided you have added a trackback to the particular entry in this blog and wrote this site’s name as the source. A26 does not and never claim ownership of every image displayed in this site, except the ones I’ve photographed myself. All quoted, not written by me, news items and/or articles are properties of their respective owners. Learn more in bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: