Buntut Kisruh TPI, Hary Laporkan Tutut

Karyawan TPI berunjuk rasa

Karyawan TPI berunjuk rasa

JAKARTA (A26 News) – Direksi Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) melaporkan dugaan pemalsuan surat yang diduga dilakukan pejabat Pelaksana Harian (Plh) Direktur Perdata Kementerian Hukum dan HAM. Laporan ini dipicu oleh kisruh TPI dengan putri mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana sebagai bekas pemegang saham pengendali stasiun televisi tersebut.

“Saya merasa prihatin hal ini bisa terjadi,” kata Hary Tanoesoedibjo, Group President dan CEO Media Nusantara Citra (MNC), perusahaan induk TPI, di Polda Metro Jaya, Rabu 30 Juni 2010.

Hary tampak didampingi pengacara Hotman Paris Hutapea melaporkan pejabat Kementerian Hukum dan HAM ke Sentra Pelayanan Kepolisian. Hary pun menjelaskan latar belakang permasalahan yang bermula pada tahun 2002.

Saat itu, kata Hary, Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut mempunyai sejumlah utang yang belum terselesaikan. MNC mencoba membantu penyelesaian masalah itu.

Kesepakatannya, lanjut dia, MNC membantu hingga US$55 juta. “Kesepakatan yang dilakukan adalah kami mengeluarkan budget sampai dengan US$55 juta untuk menyelesaikan semua permasalahan utang Mbak Tutut, di atas itu merupakan kewajiban Mbak Tutut,” kata dia.

Permasalahan pun bisa diselesaikan. Dan berdasarkan kesepakatan, kata Hary, MNC memperoleh 75 persen saham dan Tutut memiliki 25 persen saham.

“Namun akhir 2004, Mbak Tutut ingin menguasai kembali dengan mengirim surat ucapan terima kasih dan ingin mengganti semua uang yang telah dikeluarkan,” kata Hary.

Tapi karena TPI dalam hal ini sebagai perusahaan publik, Hary melanjutkan, tentunya tidak semudah itu untuk mengambil kembali. Hary pun selaku pemilik MNC mencoba untuk bertemu dengan Tutut.

“Sejak 2005 tidak pernah bisa ketemu beliau, baik langsung, lewat SMS (pesan singkat) maupun melalui pihak lain yang dianggap dekat,” katanya.

Sampai akhirnya terjadi surat yang diduga palsu itu, Hary pun sangat menyesalkannya. Menurutnya, seharusnya permasalahan bisa diselesaikan dengan baik apabila kedua pihak utama yang bermasalah, bertemu dan membicarakan bagaimana penyelesaian masalah ini bersama-sama. “Yang saya sesalkan kok bisa seperti ini,” sesalnya.

“Sebenarnya targetnya adalah TPI. Tetapi akhirnya adalah terjadi seperti pada hari ini. Kami mendukung TPI untuk melaporkan ke Polda karena sudah terlalu jauh permasalahannya,” tegas dia.

Sabtu 26 Juni kemarin, menurutnya, ada sejumlah orang yang mendatangi TPI mengaku sebagai direksi baru atas dasar surat yang ditandatangani Plh Direktur Perdata Kementerian Hukum dan HAM Rieke Amavita yang isinya membatalkan pengesahan anggaran-anggaran dasar perusahaan TPI.

Menurut pengacara Hary, Hotman Paris Hutapea, Direksi TPI telah melaporkan pejabat kementerian atas nama Rieke Amavita. “Rieke Amavita ini merupakan oknum Plh Departeman Kehakiman yang diduga membuat surat yang isinya seolah-olah Menteri Kehakiman telah membatalkan surat-surat pengesahan anggaran dasar TPI,” kata Hotman.

Padahal kenyataannya, lanjut Hotman, Menteri belum membuat sama sekali surat pembatalan itu. “Jadi kami menduga surat ini isinya palsu,” kata pengacara berambut ikal ini. (VIVAnews)

About A26
Copyright © 2010 Aktual26. All rights reserved. The materials (partial or whole) in this site can only be reproduced and rewritten with the writer’s (A26) consent. You may do otherwise provided you have added a trackback to the particular entry in this blog and wrote this site’s name as the source. A26 does not and never claim ownership of every image displayed in this site, except the ones I’ve photographed myself. All quoted, not written by me, news items and/or articles are properties of their respective owners. Learn more in bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: