Merasa Dihina, DPR Perang Lawan Cek dan Ricek

Komisi I DPR merasa dilecehkan oleh komentar Ilham Bintang

Komisi I DPR merasa dilecehkan oleh komentar Ilham Bintang

JAKARTA (A26 News) – Perwakilan sejumlah fraksi yang duduk di Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi informasi merasa dihina bos media infotainment Cek dan Ricek, Ilham Bintang. Para anggota Dewan menyatakan, pernyataan Ilham yang menuduh Komisi I berkomplot untuk menempatkan program infotainment sebagai tayangan nonfaktual, melecehkan.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa, Effendy Choirie, menyatakan keputusan Komisi I dan Dewan Pers yang mendukung KPI untuk terus melakukan tugas mereka mengawasi program-program siaran di Indonesia, adalah keputusan resmi.

“Sudah banyak yang berkata bila infotainment keluar dari norma jurnalistik. Berbagai kelompok agama pun sudah mengategorikannya sebagai tayangan haram,” kata Effendi dalam jumpa pers di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Juli 2010.

Menurut Effendi kebebasan pers harus berdampingan dengan tanggung jawab untuk menjaga norma dan moral bangsa.

“Perlu dicatat seluruh fraksi di DPR secara resmi mendukung infotainment menjadi program nonfaktual. Tidak ada satu pun di antara kami yang berbeda pendapat mengenai hal ini,” kata anggota Komisi I dari Partai Demokrat, Roy Suryo.

Ramadhan Pohan, anggota Komisi I dari Fraksi Partai Demokrat lainnya, tak kalah galak, “Istilah ‘berkomplot’ yang digunakan untuk menuding kami sangat disayangkan. Jika ingin klarifikasi, silahkan datang langsung ke Komisi I.”

Pada akhirnya, seluruh perwakilan anggota Komisi I DPR yang menggelar jumpa pers termasuk di dalamnya Rachel Maryam (Gerindra) dan Tantowi Yahya (Golkar) yang juga selebritis, menyatakan, “Apa yang kami lakukan adalah atas nama rakyat. Menyebut kami berkomplot adalah penghinaan. Kami hanya berkomplot dengan rakyat, bukan dengan siapa pun.”

Karena itu, Komisi I DPR meminta Ilham Bintang yang juga merupakan Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, meminta maaf secara terbuka. (VIVAnews)

About A26
Copyright © 2010 Aktual26. All rights reserved. The materials (partial or whole) in this site can only be reproduced and rewritten with the writer’s (A26) consent. You may do otherwise provided you have added a trackback to the particular entry in this blog and wrote this site’s name as the source. A26 does not and never claim ownership of every image displayed in this site, except the ones I’ve photographed myself. All quoted, not written by me, news items and/or articles are properties of their respective owners. Learn more in bahasa Indonesia.

One Response to Merasa Dihina, DPR Perang Lawan Cek dan Ricek

  1. Pingback: “Krisdayanti Lebih Parah dari Ariel-Luna” « Aktual26

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: