Awas, Gila Kerja Akibatkan Disfungsi Seksual

Gila kerja bisa akibatkan disfungsi seksual

Gila kerja bisa akibatkan disfungsi seksual

ANDA adalah sosok wanita atau pria gila kerja? Berhati-hatilah, karena para workaholic bisa menggalami disfungsi seksual.

Sebagian orang menghabiskan sangat banyak waktu untuk bekerja. Bagi mereka seolah-olah hidup hanya untuk bekerja, sehingga bekerja bukan hanya sebagai kebutuhan untuk menunjang hidup. Bagi kelompok ini, gila kerja (workaholic) telah menjadi suatu gaya hidup sehingga mereka merasa terganggu bila tidak sibuk bekerja.

Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd FAACS mengatakan, gaya hidup gila kerja mendatangkan lebih banyak stres daripada gaya hidup yang menyeimbangkan antara kesibukan kerja dengan kesantaian istirahat.

“Dengan tenggelam dalam kesibukan kerja yang terus-menerus tanpa relaksasi, berbagai bentuk stres akan dialami, baik stres fisik maupun stress psikis. Berbagai macam stres akan menjadi beban bagi mereka yang workaholic,” jelas penulis buku “Seks yang Membahagiakan” ini.

Menurut Wimpie, setiap tekanan yang dialami, baik tekanan fisik maupun psikis, akan merangsang system saraf simpatetik yang merangsang keluarnya suatu neurotransmitter yang disebut norepinephrine. Akibatnya, pembuluh darah di dalam ruang pembuluh darah Mr P menutup sehingga aliran darah tidak dapat masuk, dan ereksi tidak dapat terjadi. Karena itu, pria yang mengalami stres berat akibat gila kerja mengalami disfungsi ereksi. Disfungsi seksual ini diperkuat oleh tertekannya dorongan seksual yang terjadi karena kelelahan fisik dan psikis.

Di pihak lain, lanjutnya, sebagian wanita juga terperangkap dalam workaholic. Sama dengan pria, wanita yang gila kerja juga mengalami stres fisik dan psikis.

“Gangguan seksual juga dialami wanita yang gila kerja, yaitu berupa hilangnya dorongan seksual dan hambatan orgasme,” jelasnya.

Acapkali gila kerja juga mengalami irama hidup, sehingga menjadi tidak teratur. Waktu tidur dan makan menjadi terganggu sehingga mengakibatkan fungsi berbagai organ tubuh terganggu. Pada akhirnya fungsi seksual menjadi semakin terganggu.

“Untuk menghindari disfungsi seksual, maka gaya hidup haruslah suatu gaya hidup yang sehat. Menjauhkan diri dari gaya hidup tidak sehat untuk menghindari diri dari berbagai gangguan fisik dan psikis yang dapat mengakibatkan disfungsi seksual,” tukasnya. (okezone)

About A26
Copyright © 2010 Aktual26. All rights reserved. The materials (partial or whole) in this site can only be reproduced and rewritten with the writer’s (A26) consent. You may do otherwise provided you have added a trackback to the particular entry in this blog and wrote this site’s name as the source. A26 does not and never claim ownership of every image displayed in this site, except the ones I’ve photographed myself. All quoted, not written by me, news items and/or articles are properties of their respective owners. Learn more in bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: