Salah Kaprah Penggunaan “di”, Media Besar pun Bisa Keliru

Salah satu contoh kesalahan penulisan di.

Salah satu contoh kesalahan penulisan di.

TULISAN ini berawal dari iseng-iseng saat saya coba mengecek di mesin pencari Google, mencoba mencari tahu sejauh mana “kecintaan” mesin pencari terhadap Aktual26. Saat saya ketikkan kata kunci “putri Indonesia telanjang dada”, hasilnya pun muncul di Google. Wow, masuk halaman pertama, nomor dua di bawah Metro TV. Lumayanlah mengingat umur blog ini yang belum genap empat bulan. Tapi, bukan itu yang membuat saya tergelitik, melainkan karena yang nomor satu.

Saat saya klik masuk ke berita yang bersangkutan, saya menemukan kesalahan penggunaan bahasa tulis. Lebih tepatnya penggunaan “di” dalam penulisan.

Simak dulu kutipannya:

Metrotvnews.com, Las Vegas: Kontes ratu sejagad Miss Universe 2010 baru akan diselenggarakan dalam dua pekan lagi. Namun, sejumlah kontestan sudah harus melewati beberapa sesi untuk meraih mahkota pemenang. Salah satunya adalah sesi foto yang baru-baru ini diadakan di Las Vegas, Amerika Serikat. Sejumlah kontestan bahkan rela difoto bertelanjang dada.

Kontestan yang bersedia di foto bertelanjang dada di antaranya dari Amerika Serikat, Trinidad-Tobago, Jepang dan Haiti. Seluruh kontestan mengaku dengan senang hati dan memang sudah menjadi pilihan pribadi.

Lain lagi dengan Putri Indonesia 2010, Qory Sandioriva. Ia tak bersedia untuk di foto bertelanjang dada. Qory hanya memakai baju renang jenis one piece. Ia tidak khawatir keengganannya untuk berfoto topless tersebut akan berpengaruh terhadap penilaiannya.

Sesi foto tersebut hanya sebagian kecil dari penilaian dalam ajang Miss Universe yang diikuti 86 negara. Malam puncak Miss Universe 2010, rencananya akan digelar di Las Vegas, 23 Agustus mendatang.(BEY)

Dalam berita tersebut, saya menemukan sejumlah kekeliruan. Pertama, penulisan kata jagad. Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), yang benar adalah jagat, dengan huruf t. Ada juga penggunaan koma yang berlebihan. Tapi, bukan itu yang akan dibahas, melainkan yang kedua. Yaitu penggunaan “di”.

Dalam KBBI, pengertian “di” ada tiga, masing masing adalah:

  1. (a) Kata depan untuk menandai tempat, misalnya: Bapak saya bekerja di kantor; (b) (informal) Kata depan untuk menandai waktu, misalnya: Di hari itu ia tidak datang ; (c) Akan, kepada, misalnya: Tidak tahu di jerih orang; (d) Dari, misalnya: Jauh di mata.
  2. Kependekan dari adi, misalnya: Dipati (adipati).
  3. Prefiks pembentuk verba (kata kerja), dikenai suatu tindakan, misalnya: Dibeli, dipukul, dites.

Lantas mengapa dipersoalkan? Metro TV adalah media. Media menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Menjadi masalah ketika penggunaan bahasa tulisnya keliru, karena yang keliru itu kemudian akan dianggap audiens (dalam hal ini masyarakat) benar. Jika sudah dianggap benar, maka ragam bahasa tulis yang keliru akan dipergunakan dan kembali disebarluaskan oleh masyarakat, bisa melalui surat atau mungkin, yang sedang marak-maraknya, dalam bentuk blog.

Dalam kutipan di atas, penggunaan “di” tidak konsisten, mengapa saya katakan demikian? Pada paragraf pertama, penggunaan “di” sudah tepat, yaitu dalam kalimat “difoto bertelanjang dada”. Tapi, pada paragraf kedua dan ketiga, “di” dipisahkan dari foto.

Disambung: Salah satunya adalah sesi foto yang baru-baru ini diadakan di Las Vegas, Amerika Serikat. Sejumlah kontestan bahkan rela difoto bertelanjang dada.
Dipisah: Kontestan yang bersedia di foto bertelanjang dada di antaranya dari Amerika Serikat, Trinidad-Tobago, Jepang dan Haiti.
Lain lagi dengan Putri Indonesia 2010, Qory Sandioriva. Ia tak bersedia untuk di foto bertelanjang dada.

Difoto adalah kata kerja pasif, sehingga penggunaannya yang tepat memang disambung. Tapi, di Foto bisa saja benar. Kok tidak konsisten? Tunggu dulu, di Foto benar jika ada suatu tempat yang bernama Foto, misalnya ada kota bernama Foto.

Kesalahan serupa saya temukan di Yahoo! OMG. Tapi, penggunaan di tidak ditemukan di badan berita, melainkan pada judul “Kontestan Miss Universe di Foto Telanjang Dada”. Di mana kesalahannya? Sudah dijelaskan di atas.

Berbicara “di”, saya jadi ingat, hari Jumat (13/8) lalu saya juga menemukan kesalahan penggunaan “di”, yaitu saat menonton tayangan “Jail” di Trans TV. Sketsa pertama menurut saya cukup lucu, mengambil ide menuduh orang kentut. Sayangnya, terdapat kekeliruan dalam penulisan “di” pada judul. Judul yang ditulis adalah “Di Tuduh Kentut” yang semestinya dituduh kentut, karena memang penggunaan “di” pada dituduh adalah sebagai pembentuk kata kerja, bukan kata depan penanda tempat.

Kesalahan-kesalahan semacam ini cukup banyak dijumpai di tengah masyarakat, dan menjadi semakin parah kala media, yang notabene media besar dan tentunya memiliki audiens yang luas, justru menyebarluaskan hal yang keliru.

Dalam ragam bahasa lisan, mungkin penggunaan “di” tidak perlu dipersoalkan. Tetapi, ketika pengucapan dikonversi menjadi tulisan, banyak sekali yang bingung karena dasar pemahaman yang keliru.

Ada baiknya editor benar-benar paham akan penggunaan bahasa sehingga kekeliruan serupa (semoga) tidak terjadi di masa mendatang, karena dampak yang ditimbulkan amat luas dan memengaruhi masyarakat banyak.

Semoga tulisan ini bisa menjadi tulisan yang informatif, membuat pembaca yang belum tahu jadi tahu. Satu lagi, membuktikan bahwa media besar pun sama seperti manusia biasa yang juga bisa keliru.

Jika ada yang masih dibingungkan, masih ada yang belum dimengerti, pertanyaan bisa dituliskan di kolom komentar yang ada di bawah. Semoga bisa dipahami.


Oleh:
Denny Adrian
Chief Editor Aktual26
Like him at Facebook!
Facebook Twitter

Profile

Like this at Facebook! Bookmark on delicious Add this anywhere
_________________________
print pdf

About A26
Copyright © 2010 Aktual26. All rights reserved. The materials (partial or whole) in this site can only be reproduced and rewritten with the writer’s (A26) consent. You may do otherwise provided you have added a trackback to the particular entry in this blog and wrote this site’s name as the source. A26 does not and never claim ownership of every image displayed in this site, except the ones I’ve photographed myself. All quoted, not written by me, news items and/or articles are properties of their respective owners. Learn more in bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: