Awas, Peredaran Uang Palsu Marak Jelang Lebaran!

Penjual uang bundelan di Surabaya.

Penjual uang bundelan di Surabaya.

SURABAYA (A26 News) – Hari Raya Idul Fitri 1431 H sudah semakin dekat. Kebutuhan penukaran pecahan uang tunai di masyarakat pun meningkat. Hal ini dilirik oleh sejumlah pihak yang menawarkan jasa tukar uang. Tapi, hendaknya hal ini diwaspadai karena kejahatan peredaran uang palsu juga mungkin sekali menunggangi praktik ini.

Seperti dilansir tvOne, imbauan untuk waspada pun dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

“Memang peredaran uang palsu sulit ditekan. Namun, kita bisa mengantisipasinya dengan memberikan imbauan kepada masyarakat,” kata Pemimpin Bank Indonesia Surabaya M. Ishak, di Surabaya, Kamis.

M. Ishak mengaku dapat laporan tingginya peredaran uang palsu di BI cabang Kediri. Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat agar waspada.

“Masyarakat yang ingin menukar uang juga harus berhati-hati saat melakukan penukaran di jalan,” ujarnya.

Bagaimana peredarannya? Ia menduga bahwa dalam satu bundel uang yang diedarkan di jalan-jalan, diselipkan uang palsu. Penjual yang tak bertanggung jawab ingin mendapatkan keuntungan tambahan meski sejatinya mereka sudah memasang tarif, misalnya tukar uang Rp 1 juta ditebus dengan harga Rp 1,2 hingga Rp 1,25 juta.

Penjual uang di Surabaya.

Penjual uang di Surabaya.

“Modusnya diselipkan di antara uang benar. Bahkan, ada yang uang mainan. Kalau 3 sampai 4 tahun lalu pernah terjadi. Untuk sekarang memang belum terlihat jika ada lembarannya yang berkurang antara dua lembar-tiga lembar, pasti ada,” ujarnya.

Menurunnya peredaran upal dibenarkan Direktur Direktorat Peredaran Uang M. Dahlan. Misalnya, pada tahun 2008, setiap Rp1 juta diselipi uang palsu sebanyak 9 lembar sedangkan tahun 2009 turun menjadi 7 lembar per bundel senilai Rp1 juta.

“Untuk Lebaran mendatang, kami optimistis angka peredaran uang palsu di pasar kian menurun karena tingkat pengamanan pihak kepolisian dan pengawasan bank semakin tinggi,” paparnya.

Ia menambahkan, para “pemain” peredaran uang palsu orangnya itu-itu juga sehingga kepolisian masih bisa melacak jejaknya. Ia memberikan anjuran kepada masyarakat agar aman menukarkan uang.

“Namun, ada baiknya melakukan penukaran uang di bank karena sisi keamanannya tinggi,” tuturnya menyarankan.

Di Jawa Timur, uang palsu memang banyak beredar. Indikasinya, setoran bank yang terkumpul di BI dalam berbagai pecahan menurun, demikian ditegaskan Deputi Pemimpin Bidang Sistem Pembayaran Kantor Bank Indonesia Surabaya, Mahmud.

“Per Juli 2010, turun menjadi 4.660 lembar. Pada tahun 2009 mencapai 10.510 lembar. Lalu, pada tahun 2008 mencapai 13.941 lembar dan 2007 ada 11.989 lembar,” katanya.

Semakin mendekati lebaran, jumlah penjual uang kertas liar semakin banyak. Menjadi masalah ketika tempat penukaran uang resmi kehabisan uang, dan habisnya uang tunai diakibatkan para pedagang liar yang kemudian menjualnya dengan ditambahi uang palsu.

Penjual uang yang tak puasa.

Penjual uang yang tak puasa.

Bahkan, dari pantauan A26, meski para penjual itu ada yang mengenakan busana muslim atau kerudung, rata-rata tidak berpuasa Ramadan.

Oleh karena itu, waspadalah dengan jasa penukaran uang. Jangan sampai justru menukarkan uang asli Anda dengan uang palsu.

About A26
Copyright © 2010 Aktual26. All rights reserved. The materials (partial or whole) in this site can only be reproduced and rewritten with the writer’s (A26) consent. You may do otherwise provided you have added a trackback to the particular entry in this blog and wrote this site’s name as the source. A26 does not and never claim ownership of every image displayed in this site, except the ones I’ve photographed myself. All quoted, not written by me, news items and/or articles are properties of their respective owners. Learn more in bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: