Penghentian Pengusutan Tewasnya Tunarungu di Istana Dipertanyakan

Pengantre silaturahmi di Istana (Foto: okezone).

Pengantre silaturahmi di Istana (Foto: okezone).

JAKARTA (A26 News) – Tewasnya Joni Marela (45) seorang warga tunarungu yang mengantre untuk bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan presiden di Istana Negara terjadi karena kelalaian pemerintah.

Hal tersebut dinyatakan oleh Front Tunarungu Demokrasi dan Benteng Demokrasi Kerakyatan (Bendera).

Seperti diwartakan okezone, kedua kelompok tersebut mempertanyakan mengapa proses penanganan perkara dihentikan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Gambir, Jakarta Pusat.

“Hal ini harus diusut secara hukum. Ini kelalaian pihak Istana dan pemerintah,” kata aktivis Bendera, Mustar Bonaventura dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (11/9/2010).

Thamrin, aktivis bendera lain, membandingkan insiden maut di Istana tersebut dengan peristiwa di Jawa Timur pada 16 September 2008. Yakni kala ada 21 orang miskin tewas terinjak-injak saat mengantre mendapatkan zakat.

“Kasus di Jawa Timur, penyelenggara yang juga pengusaha ditangkap. Kejadian di Istana jangan karena itu tempatnya pemerintah tidak diproses secara hukum,” tegas Thamrin.

Buruknya penanganan terhadap antrean panjang warga yang ingin bertemu SBY merupakan kelalaian Istana, kata Michael, seorang pengurus Front Tunarungu Demokrasi.

“Harusnya panitia membuat pemisahan antrean antara penyandang cacat dan orang normal. Pemerintah lalai akan keselamatan warganya,” ujar dia.

About A26
Copyright © 2010 Aktual26. All rights reserved. The materials (partial or whole) in this site can only be reproduced and rewritten with the writer’s (A26) consent. You may do otherwise provided you have added a trackback to the particular entry in this blog and wrote this site’s name as the source. A26 does not and never claim ownership of every image displayed in this site, except the ones I’ve photographed myself. All quoted, not written by me, news items and/or articles are properties of their respective owners. Learn more in bahasa Indonesia.

One Response to Penghentian Pengusutan Tewasnya Tunarungu di Istana Dipertanyakan

  1. Thank you for the auspicious writeup. It in reality was a amusement account it. Look complex to far introduced agreeable from you! By the way, how could we keep in touch?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: