Awas, Update Status Bisa Rusak Mental!

Gadis-gadis remaja yang keranjingan teknologi.

Gadis-gadis remaja yang keranjingan teknologi.

AWAS, ternyata e-mail, pesan singkat (SMS), tweet di Twitter dan update status di Facebook bisa merusak kesehatan mental manusia. Hal tersebut terungkap dalam hasil sebuah penelitian.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa teknologi modern berpotensi merusak pikiran manusia karena pikiran jadi dibombardir oleh informasi dalam takaran yang terlalu berlebihan.

Pengembangan telepon pintar atau smart phone memungkinkan kita melakukan lebih dari satu tugas dalam kehidupan kita, termasuk terus berkomunikasi dengan pesan singkat, e-mail, dan tweet.

Tapi, penelitian itu menyatakan bahwa tuntutan terus-menerus untuk berurusan dengan berbagai sumber informasi justru memperlemah kemampuan manusia untuk menyaring informasi yang tidak relevan dan memprioritaskan yang lebih penting.

Para peneliti di Stanford University di California menemukan bahwa multitasking bisa berpengaruh terhadap memori jangka panjang manusia.

Sebagaimana dikutip A26 dari San Francisco Chronicle, para ilmuwan menemukan bahwa orang-orang yang terbiasa dengan multitasking ternyata tidak maksimal dalam tes yang mengharuskan mereka berpindah dari satu tugas ke tugas lain. Hal itu mengindikasikan bahwa mereka mudah teralih perhatiannya oleh informasi yang sifatnya tidak relevan.

Selain itu, ada pula kekhawatiran kecanduan teknologi, yakni keadaan saat orang yang kerap memanfaatkan teknologi menjadi merasa tidak enak jika tidak memeriksa kotak masuk atau menulis update status di setiap kesempatan.

Surat kabar tersebut mengutip keterangan peneliti lain yang menyebutkan bahwa banyak orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di depan keyboard untuk berkomunikasi.

Anak-anak muda sekarang menghabiskan waktu rata-rata tujuh jam 38 menit di media hiburan setiap harinya. Tapi, mengingat anak muda umumnya memiliki lebih dari satu akun jejaring sosial, mereka terhitung menyerap konten selama 10 jam 45 menit tiap 24 jam.

Kombinasi yang mengkhawatirkan tersebut memaksa sejumlah ilmuwan menyerukan penggalakan “diet teknologi” demi menghindari terlalu banyaknya paparan informasi yang membuat pikiran kelebihan beban.

About A26
Copyright © 2010 Aktual26. All rights reserved. The materials (partial or whole) in this site can only be reproduced and rewritten with the writer’s (A26) consent. You may do otherwise provided you have added a trackback to the particular entry in this blog and wrote this site’s name as the source. A26 does not and never claim ownership of every image displayed in this site, except the ones I’ve photographed myself. All quoted, not written by me, news items and/or articles are properties of their respective owners. Learn more in bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: